This is default featured post 2 title
OMK Vincentius Theresia adalah Orang Muda Katolik yang membentuk suatu komunitas orang-orang muda pengikut Kristus dan melakukan kegiatan rohani bersama.
This is default featured post 2 title
OMK Vincentius Theresia bernaung di bawah Lingkungan Santo Inigo Sutodirjan Paroki Kumetiran.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Jumat, 20 Maret 2009
Sabtu, 07 Februari 2009
Persembahan Terakhir
Kini kan tiada lagi..
Seseorang yang kan menanti..
di ujung pintu hati ini..
yang kan hapus semua peluhku..
dia telah pergi..
tinggalkan beribu kenangan dalam hati..
suara merdu yang ia nyanyikan..
belaian lembut tangan tuanya..
begitu indah dikenang..
ucap terima kasihnya..
semua begitu indah..
hingga ku tak ingin kehilangannya..
namun kepasrahannya..
membuat ia kembali ke pangkuan sang maha kuasa..
kini hanaya kenangan..
yang terdiam..
dalam jiwa ini..
selamat jalan..
yang bisa ku ucapkan..
semoga kau kan bahagia..
disana tanpa derita..
walau kau pergi..
ku tahu kau kembali..
dalam angan ini..
I will never say good bye..
I will never forget you..
In my mind..
You are the best for me..
My grandpa..
Seseorang yang kan menanti..
di ujung pintu hati ini..
yang kan hapus semua peluhku..
dia telah pergi..
tinggalkan beribu kenangan dalam hati..
suara merdu yang ia nyanyikan..
belaian lembut tangan tuanya..
begitu indah dikenang..
ucap terima kasihnya..
semua begitu indah..
hingga ku tak ingin kehilangannya..
namun kepasrahannya..
membuat ia kembali ke pangkuan sang maha kuasa..
kini hanaya kenangan..
yang terdiam..
dalam jiwa ini..
selamat jalan..
yang bisa ku ucapkan..
semoga kau kan bahagia..
disana tanpa derita..
walau kau pergi..
ku tahu kau kembali..
dalam angan ini..
I will never say good bye..
I will never forget you..
In my mind..
You are the best for me..
My grandpa..
Minggu, 01 Februari 2009
Rabu, 14 Januari 2009
Saint Vincent Biography
Gregory of Saint-Vincent began his studies at the Jesuit College of Bruges in 1595. He went to Douai in northern France in 1601, studying mathematics and philosophy there. Saint-Vincent entered the Jesuit Order in 1607. He was a student of Clavius in Rome but he went to Louvain in 1612 to complete his theology degree.
From 1613 he began to teach, first at Brussels where he taught Greek. Then he continued to teach Greek at a number of places, 'sHertogenbosch in the Netherlands in 1614, and Coutrai in 1615. The next year he was appointed chaplain to the Spanish troops stationed in Belgium which must have been a difficult job since this was the period of the Dutch revolt against Spain.
He next taught at the Jesuit school in Antwerp, then from 1621 he spent four years teaching mathematics in Louvain. After six years in Prague as chaplain to the Holy Roman Emperor Ferdinand II from 1626 until 1632. However when the Swedish army attacked Prague, Saint-Vincent fled to Vienna leaving behind many of his important mathematical papers. He moved to the Jesuit College in Ghent where he taught from 1632 for the rest of his life. Eventually the papers he had been force to leave in Prague were returned to him and they were published.
Saint-Vincent's main work is a book over 1250 pages long. There are many topics covered in the book including a study of circles, triangles, geometric series, ellipses, parabolas and hyperbolas.
His book also contains his quadrature method which is related to that of Cavalieri but which he discovered independently. He gives a method of squaring the circle which we can now see is essentially integration.
Saint-Vincent integrated x-1 in a geometric form that is easily recognised as the logarithmic function.
From 1613 he began to teach, first at Brussels where he taught Greek. Then he continued to teach Greek at a number of places, 'sHertogenbosch in the Netherlands in 1614, and Coutrai in 1615. The next year he was appointed chaplain to the Spanish troops stationed in Belgium which must have been a difficult job since this was the period of the Dutch revolt against Spain.
He next taught at the Jesuit school in Antwerp, then from 1621 he spent four years teaching mathematics in Louvain. After six years in Prague as chaplain to the Holy Roman Emperor Ferdinand II from 1626 until 1632. However when the Swedish army attacked Prague, Saint-Vincent fled to Vienna leaving behind many of his important mathematical papers. He moved to the Jesuit College in Ghent where he taught from 1632 for the rest of his life. Eventually the papers he had been force to leave in Prague were returned to him and they were published.
Saint-Vincent's main work is a book over 1250 pages long. There are many topics covered in the book including a study of circles, triangles, geometric series, ellipses, parabolas and hyperbolas.
His book also contains his quadrature method which is related to that of Cavalieri but which he discovered independently. He gives a method of squaring the circle which we can now see is essentially integration.
Saint-Vincent integrated x-1 in a geometric form that is easily recognised as the logarithmic function.
Jumat, 09 Januari 2009
MVT Green Christmast
Untuk menyambut kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, Mudika Vincentius Theresia mengadakan sebuah acara bakti sosial yang dilaksanakan pada hari minggu 4 Desember 2008. Bakti sosial ini dilaksanakan di daerah dekat Sendangsono yaitu sekitar kalibawang. Acara yang diselenggarakan berupa penanaman pohon di area lawan longsor agar nantinya pohan yang ditanam dapat mencegah terjadinya longsor.
Jumat, 02 Januari 2009
With All Your Heart
Saat aku berjalan sendiri..
Menatap apa yang harus aku jalani..
Semua seakan pergi..
Tanpa aku mengerti..
Apa yang sebenarnya terjadi..
Semua begitu berat..
Saat jalan itu menjadi gelap..
Tanpa terang yang terlihat..
Seakan aku tersesat dalam pekat..
Di bawah dunia yang jahat..
Aku terus bertanya..
Akankah dia kan hampiriku..
Aku terus mencari..
Apa ia akan temukanku..
Dia yang aku anggap sahabat..
Dia yang aku anggap hebat..
Aku yang tak sempurna..
Aku yang tak berdaya..
Tanpanya..
Tapi apa ia pedulikan aku..
Aku tak paham..
Aku menggeram..
Tak bisa menggenggam..
Apa maksud hati ia mencengkram..
Diriku yang tenggelam..
Dalam kepedihan malam..
With all my heart..
Anything I wish..
Anything I hope..
And I Pray..
I just try to say for you..
All my friend..
Please help me to change it..
With all your heart..
With all your mind..
With all your feeling..
Menatap apa yang harus aku jalani..
Semua seakan pergi..
Tanpa aku mengerti..
Apa yang sebenarnya terjadi..
Semua begitu berat..
Saat jalan itu menjadi gelap..
Tanpa terang yang terlihat..
Seakan aku tersesat dalam pekat..
Di bawah dunia yang jahat..
Aku terus bertanya..
Akankah dia kan hampiriku..
Aku terus mencari..
Apa ia akan temukanku..
Dia yang aku anggap sahabat..
Dia yang aku anggap hebat..
Aku yang tak sempurna..
Aku yang tak berdaya..
Tanpanya..
Tapi apa ia pedulikan aku..
Aku tak paham..
Aku menggeram..
Tak bisa menggenggam..
Apa maksud hati ia mencengkram..
Diriku yang tenggelam..
Dalam kepedihan malam..
With all my heart..
Anything I wish..
Anything I hope..
And I Pray..
I just try to say for you..
All my friend..
Please help me to change it..
With all your heart..
With all your mind..
With all your feeling..
Sang Merpati
Aku ,,merpati jantan bersayap patah..
Menantikan dirimu datang dalam pelukku..
Aku ,, merpati yang sedang lelah..
Merindukan kehangatan dari dirimu..
Berjalan tertatih perlahan..
Mencari jalan tuk bertahan..
Coba kepakan sayap..
Jatuh perlahan menyakitkan..
Wahai merpati penjagaku..
Segeralah kau kembali..
Supaya aku bisa kembali bersamamu..
Menjelajah langit biru..
Hingga akhir waktu..
Sampai aku ucapkan sayang padamu diakhir ajalku..
Menantikan dirimu datang dalam pelukku..
Aku ,, merpati yang sedang lelah..
Merindukan kehangatan dari dirimu..
Berjalan tertatih perlahan..
Mencari jalan tuk bertahan..
Coba kepakan sayap..
Jatuh perlahan menyakitkan..
Wahai merpati penjagaku..
Segeralah kau kembali..
Supaya aku bisa kembali bersamamu..
Menjelajah langit biru..
Hingga akhir waktu..
Sampai aku ucapkan sayang padamu diakhir ajalku..
Sendiri
Sendiri..
Aku rasakan kembali..
2begitu sepi dalam hati..
Tanpa dirinya disampingku lagi..
Genggam hangat tangannya yang masih ku rasa..
Walau dia jauh disana..
Di atas bumi pertiwi..
Di bawah naungan sang langit..
Gelak tawanya masih terngiang di telinga..
Cintanya masih mendekam di Jiwa..
Namun saying dia menghilang..
Bersama sang waktu..
Yang akan pedihkan hatiku slalu..
Gugurkan hatiku hingga layu..
Hingga ku terhempas beku..
Aku rasakan kembali..
2begitu sepi dalam hati..
Tanpa dirinya disampingku lagi..
Genggam hangat tangannya yang masih ku rasa..
Walau dia jauh disana..
Di atas bumi pertiwi..
Di bawah naungan sang langit..
Gelak tawanya masih terngiang di telinga..
Cintanya masih mendekam di Jiwa..
Namun saying dia menghilang..
Bersama sang waktu..
Yang akan pedihkan hatiku slalu..
Gugurkan hatiku hingga layu..
Hingga ku terhempas beku..
Kisah Sang Gelap
Tetesan air menderu di Bumi pertiwiku..
Buatku tak bisa pejamkan mata ini tuk terlelap..
Sepercik cahaya hangat tak bisa kalahkan dingin yang menusuk raga ini..
Aku tak mengerti akan gelap malam ini..
Yang tak berikan bintangnya tuk hibur hatiku menjerit dalam sepi..
Ku tak mengerti akan harapan tuk esok hari..
Yang kan mengalir dalam pikir..
Perlahan air mata mengalir..
Seakan kepedihan datang padaku yang terjebak dalam sepi..
Sepatah kata ingin ku ucap dari bibirku yang sembab..
Namun ketakutan yang ku dapat..
Tangan yang meraih sebuah genggaman karena kecemasan..
Tubuh yang ingin terpeluk dari kerinduan..
Buatku tak bisa pejamkan mata ini tuk terlelap..
Sepercik cahaya hangat tak bisa kalahkan dingin yang menusuk raga ini..
Aku tak mengerti akan gelap malam ini..
Yang tak berikan bintangnya tuk hibur hatiku menjerit dalam sepi..
Ku tak mengerti akan harapan tuk esok hari..
Yang kan mengalir dalam pikir..
Perlahan air mata mengalir..
Seakan kepedihan datang padaku yang terjebak dalam sepi..
Sepatah kata ingin ku ucap dari bibirku yang sembab..
Namun ketakutan yang ku dapat..
Tangan yang meraih sebuah genggaman karena kecemasan..
Tubuh yang ingin terpeluk dari kerinduan..
Detik Ini
Detik ini..
Detik kesekian kali aku mengingatnya..
Dia yang pernah singgah di hatiku..
Dia yang pernah indahkan hari-hariku..
Detik ini..
Detik dimana aku harus melupakannya..
Walau hati ini masih terus mengenangnya..
Dan sulit tuk hilangkan dirinya..
Detik ini..
Aku kan tangisi saat dirinya pergi..
Aku kan ratapi kesepian ini..
Aku kan hilangkan saying ini..
Untuk hatiku yang mati dalam sunyi
Detik kesekian kali aku mengingatnya..
Dia yang pernah singgah di hatiku..
Dia yang pernah indahkan hari-hariku..
Detik ini..
Detik dimana aku harus melupakannya..
Walau hati ini masih terus mengenangnya..
Dan sulit tuk hilangkan dirinya..
Detik ini..
Aku kan tangisi saat dirinya pergi..
Aku kan ratapi kesepian ini..
Aku kan hilangkan saying ini..
Untuk hatiku yang mati dalam sunyi













